Tutorial Dasar Menggunakan Mikrotik CHR untuk Pemula

By | Maret 31, 2021

Mikrotik CHR adalah singkatan dari Mikrotik Cloud Hosted Router. Mikrotik sendiri biasanya digunakan untuk mengelola jaringan internet. Itu karena didalamnya memiliki fitur yang lengkap, selain itu graphic user interface juga lebih mudah. Sehingga sangat user friendly, bahkan untuk pemula sekaligus.

Maka dari itu bagi pemula yang ingin tahu seluk beluk dan kegunaannya lebih jauh, maka kali ini akan kami berikan serba-serbi di dalamnya. Mulai dari panduan yang paling dasar dulu supaya lebih mudah dipahami oleh pemula.

Fungsi Mikrotik CHR

Pada dasarnya fungsi dari router OS ini adalah untuk memudahkan pengelolaan jaringan internet. Router OS ini dibuat secara khusus supaya perangkat komputer bisa diakses secara virtual lewat virtual machine. Itulah kenapa CHR biasanya memakai arsitektur berupa x86 64-bit. Selain itu, router ini juga bisa dimanfaatkan oleh hypervisor, seperti HyperV, VMWare, dan juga virtualbox.

Jadi bisa dibilang bahwa sebenarnya pemanfaatannya sama halnya dengan RouterOS pada umumnya. Yang membedakan hanyalah dari segi level lisensinya saja. Namun meski begitu jangan bingung! Karena Anda masih bisa memanfaatkannya menggunakan lisensi gratis dengan kecepatan sebesar 1 Mbit setiap interface.

Panduan Menggunakan Mikrotik CHR untuk Pemula

Untuk bisa memanfaatkan router ini, pastikan Anda sudah menginstal router ini pada VPS. Selain itu Anda juga wajib mempunyai aplikasi sekaligus akses menggunakan Winbox dulu. Barulah setelah itu segera sambungkan router ini memakai Winbox sehingga akan terlihat tampilannya seperti di bawah ini:

connect mikrotik ke winbox

1. Cara Mengganti Password Mikrotik

Setelah melakukan instalasi, jangan lupa mengganti password administratornya. Sehingga jaringan Anda lebih aman. Caranya pilih menu system dan password. Di bagian old password kosongkan saja. Kemudian tentukan dan konfirmasi password baru, lalu pilih change untuk mengubahnya.

https://lh3.googleusercontent.com/XzG8sJOxNg9A8-FA4_t30I9XPVDd-IDv90G3JfEtrq-V84Nz3RrUeoawEG5xUc-P44WFs5j2Ji3hUveZEASt6nXfVZePExKb1pzuA1t_Tn_Uq7MUkCTSB6IKvl7238ZiRFFQM8jo

2. Cara Menambah Alamat IP

Untuk mengatur alamat IP pada beberapa ethernet, silahkan pilih menu IP dan Addresses. Bila sudah masukkan address serta interface yang mau ditambahkan ke dalam IP.

https://lh5.googleusercontent.com/5vjVljOAo3mtZnLqxsSl_SFe3u4cdqNU0vmk0q8-ICWgzzQh3jyfSfsgPHzljNb3Q6Arw4JLn0P8rO5z6VZ4xI-CqX3oQSZA1mbsowGy1nvBp8WuX-0wJ8S9eFU3K7lV1bhujAvE

3. Cara Menambah Gateway

Supaya semua perangkat bisa terhubung ke dalam mikrotik, atur gateway menjadi publik. Caranya pada menu IP pilih routes. Kemudian gunakan angka 0.0.0.0/0 pada kolom “Dst. Address” lalu sesuaikan saja gateway dengan publik. Sehingga mikrotik bisa ping menjadi 8.8.8.8.

panduan dasar mikrotik menambahkan gateway

4. Cara Menambah DNS

Untuk menambah DNS, maka pilih menu IP dan klik menu DNS. Silahkan gunakan DNS server Google menggunakan angka di bawah ini, kemudian ikuti petunjuknya seperti pada gambar tersebut.

8.8.8.8

8.8.4.4

https://lh5.googleusercontent.com/N8Ao1_51gUrG-fEd8iUClVISUZ36lowrjprVu6IOtyQfqbX-va63Vwe-4etPSiGq0lMku7dFpCf7DebHVzKmeQKEKM9EsrVG6wY-zzzOr8oPvTiP3PTlyo2qSrs1ZauBRlAmL-69

5. Cara Menambah Firewall

Untuk menambah Firewall Rule, langsung saja pilih menu IP dan firewall. Bila sudah pilih Chain yang Anda inginkan, mulai dari input, forward, dan juga output. Setelah itu masukkan source address dan juga destination address.

https://lh3.googleusercontent.com/VJDMYqRb2Vr57ZILd5oiYXFJppvoN4hx_LBRsWc1HSv8b6aOp0fDZhxU1ZpxCrchIJtMZTR8ge3mBEw9gGC_kZ2QlGw8KCqYFJPq2oIjQwsLDjvk18NcRwrbm3XtCo82UbE_WSAB

Jadi seperti itulah panduan dasar untuk pemula yang ingin belajar lebih jauh seputar bagaimana cara menggunakan mikrotik dengan benar. Dalam hal ini, address yang telah ditulis pada gambar di atas sebenarnya singkatan dari destination address. Sedangkan Src. Address, artinya adalah source address.

Selain harus memahami sedikit panduan di atas, Anda juga bisa mencari tahu lebih jauh tentang serba-serbi di dalamnya. Sehingga hasil pengetahuan yang didapatkan lebih maksimal. Untuk saat ini Anda hanya bisa menemukan WInbox pada Windows saja. Jadi Anda butuh OS Windows bila ingin menggunakan server Mikrotik CHR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *